Kerajaan Majapahit didirikan oleh Dyah Wijaya yang merupakan menantu Kertanagara (Raja Singasari). Majapahit sendiri mempunyai 2 ibukota yaitu di Mojokerto yang berlangsung tahun 1293 M - 1486 M dan di Dhaha yang berlangsung tahun 1486 M - 1527 M. Pada masa pemerintahan Dyah Wijaya, ia tidak menggunakan kekuatan politiknya dengan baik dan mengakibatkan terlepasnya wilayah Majapahit dibagian timur karena adanya pemberontakan. Sepeninggal Dyah Wijaya, Majapahit dipimpin oleh Jayanagara. Jayanagara yang menjadi raja di usia muda juga tidak menggunakan kekuatan politiknya dengan bijak dalam bidang pertahanan dan keamanan negara sehingga menyebabkan pemberontakan namun berkat Gajah Mada pemberontakan itu berhasil diatasi dengan baik. Setelah Jayanagara wafat, Majapahit dipimpin oleh Tribhuwana Wijayatunggadewi. Thribuwana Wijayatunggadewi berhasil menakhlukan sebagian kerajaan di Nusantara berkat dukungan Gajah Mada.
Tribhuwana Wijayatunggadewi turun takhta untuk menjadi anggota Saptaprabhu (dewan pertimbangan agung yang beranggotakan keluarga kerajaan) dan Majapahit dipimpin oleh Hayam Wuruk yang merupakan putra Tribhuwana Wijayatunggadewi. Majapahit mengalami puncak kejayaan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya pertahanan dan keamanan negara sehingga terbebas dari ancaman baik dalam dalam maupun luar negeri. Semua itu dapat dicapai oleh Hayam Wuruk berkat dukungan dari Patihnya yaitu Patih Gajah Mada. Majapahit mengalami keruntuhan pada masa pemerintahan Girindrawardhana Dyah Ranawijaya.
Jumat, 17 Maret 2017
Bab 6 : Kerajaan Majapahit
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar