Kesultanan Demak berdiri pada tahun 1478 M - 1549 M. Selama Kesultanan Demak berdiri kerajaan ini dipimpin oleh 4 Raja yaitu Raden Patah (1478 M - 1518 M), Patiunus (1518 M - 1521 M), Sultan Trenggono (1521 M - 1546 M) dan Sunan Prawata (1546 M - 1549 M). Setiap Raja pastinya mempunyai kebijakan yang berbeda-beda dalam menjalankan Kesultanan Demak. Pada masa pemerintahan Raden Patah beliau memperkenalkan pemakaian Salokantara yang dijadikan sebagai kitab undang-undang kerajaan,lebih mengembangkan syiar islam serta menjunjung toleransi agama dan melaksanakan Ekspedisi 1.Sepeninggal Raden Patah ,Kesultanan Demak dipimpin oleh menantunya yaitu Patiunus namun hanya berlangsung selama 3 tahun karena Patiunus beserta anaknya gugur dimedan perang.Kesultanan Demak Selanjutnya dipimpin oleh Sultan Trenggono. Kebijakan Sultan Trenggono lebih mengutamakan ekspansi wilayah kekuasaan keberbagai wilayah kekuasaan.
Setelah Sultan Trenggono meninggal, Kesultanan Demak dipimpin oleh Sunan Prawata yang merupakan anak sulung Sultan Trenggono. Kebijakan Sunan Prawata dalam menjalankan Kesultanan Demak adalah memindahkan Ibukota Kesultanan Demak dari Bintaro ke Bukit Prawata. Dalam pemerintahannya , Sunan Prawata dianggap lemah karena beliau lebih memilih jalan hidup sebagai ulama daripada sebagai raja. Seperti kerajaan pada umumnya, Kesultanan Demak juga mengalami perebutan kekuasaan setelah meninggalnya Patiunus. Kesultanan Demak berakhir pada 1549 M setelah Sunan Prawata tewas dibunuh oleh Arya Panangsang. Alasan Arya Panangsang membunuh Sunan Prawata adalah karena Sunan Prawata telah membunuh ayah Arya Panangsang.
Selasa, 14 Maret 2017
Bab 1: Kesultanan Demak
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar