Rabu, 15 Maret 2017

Bab 2 : Kerajaan Mataram Kuno Periode Jawa Timur

  Mataram Kuno Periode Jawa Timur yang beribukota di Watugaluh didirikan oleh Mpu Sendok pada 929 M. Mataram Kuno Periode Jawa Timur selama berdiri diperintah oleh 4 Raja yaitu Mpu Sendok,Sri Isana Tunggawijaya,Sri Makuthawangsa Wardhana dan Dharmawangsa Teguh. Setiap raja pastinya mempunyai kebijakan masing-masing dalam menjalankan pemerintahan. Namun, tidak semua kebijakan raja ada dalam catatan sejarah. Hanya kebijakan Sri Makuthawangsa Wardhana yang tidak terlacak secara langsung. Raja Pertama Mataram Kuno Periode Jawa Timur adalah Mpu Sendok (929 M - 947 M). Kebijakan Mpu Sendok dalam masa pemerintahan raja lebih banyak menetapkan berbagai wilayah pedesaan sebagai Sima Swantara (tempat pemujaan) dan memberikan anugerah kepada penduduk desa Waharu karena telah setia membantu melawan musuh negara.
  Mpu Sendok meninggal pada 947 M dan digantikan oleh Sri Isana Tunggawijaya. Dalam menjalankan pemerintahannya ia dibantu oleh suaminya, yaitu Sri Lokapala. Tidak banyak kebijakan yang dilakukan oleh Sri Isana Tunggawijaya pada masa menjadi Raja Mataram Kuno. Pada 985 M Dharmawangsa Teguh yang merupakan cucu dari Sri Isana Tunggawijaya dan Sri Lokapala menjadi Raja Mataram Kuno Periode Jawa Timur. Dharmawangsa Teguh melakukan ekspansi besar-besaran wilayah kekuasaan dengan melakukan penyerangan terhadap  Sriwijaya. Dharmawangsa Teguh berhasil menaklukkan Sriwijaya. Namun pada 1007 M Sriwijaya dengan dukungan Haji Wurawari (Raja Bawahan Mataram Kuno) melakukan balas dendam dengan menyerang Mataram Kuno dan dalam penyerangan tersebut, Sriwijaya berhasil meluluh lantakan Mataram Kuno dan menewaskan Dharmawangsa Teguh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar