Kerajaan Janggala terletak disebelah timur wilayah Kahuripan. Kerajaan ini diwariskan oleh Airlangga kepada Lembu Amiluhung. Nama Janggala sendiri berasal dari kata ucapan salah untuk Ujung Galuh. Kerajaan Janggala sendiri dipimpin oleh 4 raja yaitu Lembu Amiluhung (1042 M – 1044 M), Sri Maharaja Mahapanji Garasakan (1044 M – 1052 M),Mapanji Alanjung Ahyes (1052 M – 1059 M) dan Sri Samarotsaha (tidak diketahui kapan ia naik tahta dan turun tahta). Pada masa pemerintahan Lembu Amiluhung, ia lebih mengutamakan perkembangan ekonomi negara dibandingkan dengan pertahanan dan keamanan kerajaan tersebut. Oleh karena itu, Lembu Amiluhung selalu cemas apabila Kadiri melakukan penyerangan kepada Janggala sewaktu-waktu. Lebih tepatnya, Janggala pada masa pemerintahan Lembu Amiluhung menghadapi kecemasan daripada zaman keemasannya.
Kerajaan Janggala mengalami kemunduran pada masa pemerintahan Sri Maharaja Mapanji Garasahan. Hal itu disebabkan oleh kurangnya pertahanan dan keamanan Kerajaan Janggala yang menyebabkan Kadiri berhasil menguasai Janggala bagian selatan. Mapanji Garaskan lalu mengambil keputusan dengan memindahkan ibukota Janggala ke bagian utara Janggala. Pada masa pemerintahan Mapanji Alanjung Ahyes, ia memindahkan ibukota Janggala ke daerah Lamongan karena Kediri terus menyerang Janggala. Setelah ibukota Janggala pindah ke Lamongan, Mapanji Alanjung Ahyes melakukan penyerangan terhadap Kadiri namun tidak diketahui pasti apakah berhasil atau tidak. Janggala mengalami keruntuhan pada masa pemerintahan Sri Samarotsaha.
Rabu, 15 Maret 2017
Bab 3 : Kerajaan Janggala
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar